COMPLEATTHOUGHT.COM – Banyak umat Muslim mempercayai bahwa membaca Surat Maryam memiliki keutamaan khusus bagi ibu hamil, baik untuk memohon kelancaran persalinan maupun kebaikan bagi buah hati yang dikandungnya.
Surat yang diturunkan sebagai penghormatan kepada Maryam, ibu Nabi Isa AS, menjadi bagian dari dzikir yang dibaca oleh sebagian Muslim sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.
Surat Maryam sendiri merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur’an yang banyak memuat kisah tentang Maryam dan kelahiran Nabi Isa secara mukjizat tanpa ayah.
Dalam konteks ibu hamil, ayat-ayat tersebut dianggap sebagai pengingat akan kekuasaan Allah serta kasih sayang-Nya kepada hamba yang berserah diri dalam doa dan ibadah.
Beberapa ulama dan praktisi dakwah menganjurkan agar ibu hamil membaca Surat Maryam secara rutin selama masa kehamilan.
Hal ini dilakukan tidak semata untuk ritual, tetapi sebagai bentuk komunikasi spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon keberkahan serta kesehatan bagi janin.
Menurut sebagian orang yang telah mengamalkan doa ini, membaca surat ini juga dipercaya dapat membantu meringankan kekhawatiran menjelang persalinan.
Ibu-ibu hamil yang rutin membaca atau mendengarkan bacaan surat ini merasa lebih tenang secara batin dan siap menghadapi proses kelahiran yang akan datang.
Ayat ke-10 Surat Maryam secara khusus menggambarkan respon Allah SWT atas doa hamba-Nya yang penuh ketaatan dan harapan.
Dalam tafsirnya disebutkan bahwa Allah Maha Mendengar dan akan membalas permohonan yang tulus, termasuk doa seorang ibu yang memohon kebaikan bagi anaknya.
“Dan ingatlah ketika Zakaria memohon kepada Tuhannya dengan suara yang rendah,” demikian pembukaan kisah doa dalam surat ini yang menunjukkan kedekatan seorang hamba saat berdoa kepada Allah.
Kisah ini sering dibandingkan dengan doa ibu-ibu yang memohon keselamatan dan kebaikan bagi anak mereka di dalam kandungan.
Meski begitu, para ulama juga menekankan bahwa amalan tersebut bukanlah jaminan otomatis terhadap kelahiran tanpa kesulitan.
Bacaan Surat Maryam adalah bentuk ibadah dan tawakal kepada Allah SWT, sementara semua bentuk usaha medis serta persiapan lahir tetap diperlukan dan dianjurkan menurut sunnah.
Beberapa keluarga juga membagikan pengalaman mereka melalui media sosial, di mana ibu hamil merasa lebih tenang setelah membaca surat ini setiap hari.
Mereka mengatakan bahwa kekuatan spiritual dari membaca Al-Qur’an membantu memberi rasa yakin, meningkatkan rasa percaya diri, dan memupuk ikhtiar yang lebih besar selama masa kehamilan.
Bagi calon orang tua, membaca Surat Maryam tidak hanya menjadi doa untuk anak yang sehat dan shaleh, tetapi juga menjadi sarana refleksi menuju kesabaran dan ketawakal atas kehendak Allah.
Nilai-nilai spiritual ini dianggap penting untuk membangun lingkungan keluarga yang penuh keberkahan dan kasih sayang sejak dini.
Dengan demikian, amalan membaca Surat Maryam bagi ibu hamil dipandang sebagai bagian dari proses ibadah yang terintegrasi dengan usaha lahiriah demi mendapatkan kelahiran yang baik dan anak yang shaleh.
Bagi banyak umat Islam, hal itu menjadi bentuk rasa syukur sekaligus harapan yang tulus kepada Allah SWT menjelang kelahiran buah hati.
(Penulis: Algifari)