COMPLEATTHOUGHT.COM – Dunia konten digital kembali diramaikan tren baru yang bikin penasaran banyak kreator, yaitu prompt viral FYP yang belakangan sering berseliweran di TikTok dan Instagram.
Bukan sekadar tren sesaat, pola prompt ini disebut-sebut mampu membantu kreator menghasilkan konten yang lebih estetik, emosional, sekaligus mudah untuk viral.
Banyak kreator mulai bereksperimen dengan struktur prompt yang lebih detail, tidak lagi sekadar instruksi singkat, tetapi juga memuat suasana, mood, pencahayaan, hingga sentuhan sinematik.
Hasilnya?
Konten terlihat lebih hidup dan performanya ikut terdongkrak.
Bahkan saat ini mereka tidak memerlukan aplikasi untuk mengedit fotonya, hanya cukup menggunakan Google Gemini AI untuk dapat menghasilkan foto sesuai dengan yang diinginkan.
Untuk menghasilkan sebuah foto yang baik, kalian hanya perlu menuliskan prompt yang dengan detail. Semakin jelas prompt yang diberikan, maka hasilnya pun akan semakin baik.
Salah satu prompt Gemini AI viral di TikTok membuat Foto kamu jadi ala-ala Kaisar Jepang yang bisa untuk dicoba yaitu:
Buat saya memakai kostum qin shi huang dari anime record of ragnarok, termasuk desain penutup mata dan pakaian yang di kenakan qin shi huang di dalam anime record of ragnarok. Buatkan pose khas nya characterized by stark cinematic lighting and intense contrast. Captured with a slightly low, upward-facing angle that dramatizes the subject’s jawline and neck, the composition evokes quiet dominance and sculptural elegance. The background is a deep, saturated crimson red, creating a bold visual clash with the model’s luminous skin and dark wardrobe. Lighting is tightly directional, casting warm golden highlights on one side of the face while plunging the other into velvety shadow, emphasizing bone structure with almost architectural precision. The subject’s expression is unreadable and cool-toned-eyes half-lidded, lips relaxed- suggesting detachment or quiet defiance. The model wears a heavy wool or felt overcoat, its texture richly defined against the skin’s smooth, dewy glow. Minimal retouching preserves skin texture and slight imperfections, adding realism. Editorial tension is created through close cropping, tonal control, and the almost oppressive intimacy of the camera’s proximity. There are no props or accessories; the visual impact is created purely through light, shadow, color saturation, and posture – evoking high fashion, contemporary isolation, and hyper-modern masculinity. Make the face and hairstyle as similar as possible to the one in the photo. Buat kostumnya sangat detail dan realistis. Pertahankan gaya rambut saya dan warna yang sama. Gunakan warna dan tekstur yang mirip anime tapi tampak real.
(Penulis: Mufidah Fatin)