COMPLEATTHOUGHT.COM – Bulan Ramadan selalu identik dengan momen berburu takjil sebelum berbuka. Tidak heran jika banyak orang memanfaatkannya sebagai peluang usaha musiman yang minim risiko tetapi berpotensi keuntungan besar.
Menariknya, tren takjil sekarang tidak lagi sekadar kolak atau gorengan biasa.
Pembeli, terutama anak muda, cenderung mencari menu unik yang menarik difoto sekaligus enak untuk disantap.
Salah satu ide yang sedang populer adalah dessert cup.
Isinya bisa bervariasi mulai dari pudding susu, regal, tiramisu, hingga mangga creamy yang tampilannya berlapis dan menggugah selera. Dessert cup ini biasanya dijual di kisaran Rp8.000–Rp15.000 per cup.
Modalnya relatif kecil karena hanya membutuhkan cup plastik, topping, dan bahan dasar sederhana.
Namun kuncinya ada pada tampilan yang rapi dan warna yang kontras agar terlihat premium.
Selain itu, minuman segar kekinian juga masih menjadi primadona.
Contohnya es teh buah, yakult mix, atau lemon tea jelly yang yang umumnya dijual Rp5.000–Rp10.000 per botol.
Pembeli biasanya tertarik pada minuman yang terlihat segar dan tidak terlalu berat.
Karena itu kombinasi rasa asam manis sering lebih cepat habis dibanding minuman terlalu creamy.
Menu tradisional juga bisa naik kelas bila dikemas modern.
Contohnya es buah dalam botol, kolak pisang gula aren cup, atau cendol susu yang diberi topping keju. Biasanya menu ini dijual kisaran harga Rp7.000–Rp12.000.
Strategi ini membuat makanan familiar terasa baru tanpa harus mengganti bahan utama. Penjual hanya perlu kreatif pada penyajian dan penamaan produk.
Untuk kategori gurih, variasi gorengan modern punya pasar sendiri. Risol mayo mozzarella atau tahu bakso lava biasanya laku Rp3.000–Rp5.000 per pcs.
Keunggulan menu gurih adalah daya tahan kenyang yang lebih lama. Karena itu biasanya pembeli membeli bersamaan dengan minuman manis.
Dari sisi pemasaran, kemasan transparan dan label sederhana sangat membantu penjualan.
Nama menu yang unik sering membuat pembeli penasaran untuk mencoba.
Promosi juga bisa memanfaatkan media sosial lokal atau grup chat warga.
Banyak pembeli memilih takjil berdasarkan foto yang muncul menjelang sore hari.
Waktu jualan paling efektif biasanya satu hingga dua jam sebelum maghrib.
Pada jam tersebut orang mulai mencari makanan berbuka dan cenderung membeli cepat tanpa banyak pertimbangan.
Menariknya, usaha takjil tidak selalu membutuhkan tempat besar. Banyak penjual sukses hanya dari meja lipat di depan rumah atau sistem pre-order.
Dengan modal kreativitas dan konsistensi rasa, peluang usaha ini bisa berkembang setiap tahun.
Bahkan tidak sedikit yang akhirnya membuka usaha makanan permanen setelah Ramadan berakhir.
(Penulis: Fitria Nova)