COMPLEATTHOUGHT.COM – Kabar cuti bersama Tahun Baru Imlek 2026 langsung menarik perhatian banyak pekerja sejak awal tahun. Tambahan hari libur ini terasa seperti jeda yang datang di momen tepat setelah aktivitas kerja mulai padat.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, pemerintah menetapkan cuti bersama Imlek pada Senin, 16 Februari 2026 dan libur nasional pada Selasa, 17 Februari 2026.
Jadwal tersebut berdekatan dengan akhir pekan 14–15 Februari sehingga membuka peluang libur empat hari berturut-turut.
Berikut jadwal long weekend Imlek 2026:
- Sabtu, 14 Februari 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 15 Februari 2026: Libur akhir pekan
- Senin, 16 Februari 2026: Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
- Selasa, 17 Februari 2026: Libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Kondisi ini membuat banyak orang mulai merencanakan agenda sejak jauh hari. Mulai dari pulang kampung singkat, staycation, hingga sekadar rehat di rumah.
Biasanya, sehari sebelum libur dimulai stasiun dan terminal langsung dipadati penumpang. Pola ini hampir selalu terjadi setiap periode libur panjang nasional.
Bagi pekerja kantoran, momen ini sering disambung dengan cuti tahunan. Hasilnya, libur terasa lebih panjang tanpa harus mengambil terlalu banyak jatah hari kerja.
Sementara masyarakat perkotaan punya gaya berbeda menikmati waktu luang. Banyak yang memilih healing singkat ke luar kota atau berburu kuliner bersama keluarga.
Pusat perbelanjaan juga ikut meramaikan suasana dengan dekorasi khas Imlek. Promo tematik biasanya berhasil menarik pengunjung sepanjang libur.
Pelaku usaha melihat cuti bersama sebagai peluang peningkatan omzet. Restoran keluarga, hotel, dan tempat wisata biasanya mencatat reservasi lebih tinggi dibanding pekan biasa.
Perayaan Imlek sendiri kini tidak hanya identik dengan tradisi keluarga Tionghoa. Banyak masyarakat menjadikannya momen kumpul bersama teman.
Perusahaan pun mulai menyesuaikan ritme kerja setelah libur panjang. Beberapa menerapkan sistem kerja fleksibel agar karyawan tetap produktif.
Secara ekonomi, periode ini membantu menggerakkan konsumsi domestik. Perjalanan, belanja, dan pariwisata lokal ikut terdorong.
Dari sisi pekerja, dampak psikologisnya cukup terasa. Libur singkat mampu mengurangi kejenuhan setelah rutinitas awal tahun.
Hal ini menjadikan cuti bersama Imlek bukan hanya sekadar tanggal merah di kalender saja, namun juga memberikan ruang istirahat kecil yang dapat membuat banyak orang kembali bekerja dengan energi baru.
(Penulis: Fitria Nova)