COMPLEATTHOUGHT.COM – Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi pilihan menarik bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mempertimbangkan pinjaman modal usaha dengan plafon besar, salah satunya pinjaman Rp 200 juta.
Program ini menawarkan suku bunga rendah sekitar 6 persen per tahun dan pilihan tenor yang fleksibel, sehingga membantu UMKM mengelola arus kas dan pertumbuhan usaha secara lebih terencana.
Tabel Angsuran KUR BRI Rp 200 Juta
Berikut adalah simulasi tabel angsuran bulanan untuk pinjaman Rp 200 juta berdasarkan tingkat bunga 6 persen efektif per tahun dan tenor mulai 1 sampai 5 tahun.
Angka–angka ini merupakan estimasi dan dapat sedikit bervariasi bergantung pada kebijakan cabang dan hasil penilaian kredit:
- 12 Bulan (1 Tahun): Rp 17.213.286
- 24 Bulan (2 Tahun): Rp 8.864.122
- 36 Bulan (3 Tahun): Rp 6.084.387
- 48 Bulan (4 Tahun): Rp 4.697.006
- 60 Bulan (5 Tahun): Rp 3.866.560
Pilihan tenor yang lebih panjang akan mengurangi beban angsuran bulanan, namun total bunga yang dibayar sepanjang masa kredit menjadi lebih tinggi.
Sebaliknya, tenor yang lebih pendek memberi beban bunga total lebih kecil tetapi cicilan bulanan lebih tinggi.
Sebelum mengajukan KUR BRI, calon debitur perlu memahami sejumlah syarat yang umumnya diberlakukan, terutama untuk plafon besar seperti Rp 200 juta:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari lembaga keuangan lain selain kredit konsumtif tertentu.
- Menyertakan dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, serta legalitas usaha seperti NIB, IUMK, atau SKU.
- NPWP biasanya diperlukan untuk pinjaman di atas Rp 50 juta.
- Untuk plafon besar seperti Rp 200 juta, agunan tambahan seperti sertifikat tanah, BPKB kendaraan, atau deposito sering kali diminta oleh bank sesuai kebijakan administrasi kredit.
Setelah kelengkapan dokumen terpenuhi, calon debitur dapat mengajukan KUR secara langsung melalui kantor cabang BRI atau secara online melalui aplikasi BRImo.
Proses selanjutnya mencakup verifikasi data dan survei usaha sebelum dana dapat dicairkan ke rekening debitur.
Meskipun KUR BRI menawarkan bunga rendah yang kompetitif, perencanaan keuangan tetap harus dilakukan dengan cermat agar angsuran tidak melebihi 30–40% dari laba bersih bulanan dan mengganggu likuiditas usaha.
Calon debitur juga perlu menyiapkan dana cadangan serta mempertimbangkan kemungkinan fluktuasi pendapatan atau biaya tak terduga sebelum menentukan plafon dan tenor pinjaman.
(Penulis: Fitria Nova)