COMPLEATTHOUGHT.COM – Manchester United menjadi salah satu klub Liga Inggris yang mengoleksi pemain dari berbagai latar belakang, termasuk para pesepak bola yang menganut agama Islam.
Di musim kompetisi 2025/2026, Setan Merah memiliki beberapa nama Muslim yang menjadi bagian penting skuad utamanya.
Salah satu pemain Muslim yang saat ini memperkuat Manchester United adalah bek asal Maroko, Noussair Mazraoui.
Ia dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan menjalankan keyakinannya di tengah jadwal pertandingan yang padat.
Media internasional mencatat bahwa Mazraoui aktif tampil untuk MU sejak bergabung pada musim 2024/2025 dan tetap dikontrak hingga musim ini sebagai andalan di lini pertahanan.
Ia juga sering menjadi sorotan karena profesionalismenya sebagai pemain Muslim di level elite Liga Inggris.
Selain itu, penyerang muda berbakat yang juga Muslim yaitu Amad Diallo turut masuk dalam daftar pemain dari MU yang menganut agama Islam.
Diallo dikenal piawai di lini depan dan tetap konsisten menunjukkan performa terbaiknya.
Nama lain yang turut menjadi pemain Muslim di skuad MU adalah Altay Bayındır, kiper asal Turki yang juga tercatat sebagai salah satu pemain Muslim dalam daftar Liga Inggris musim ini.
Keberadaannya menambah kekuatan di lini belakang dan memberikan variasi pemain dari berbagai negara.
Selain dua nama di atas, ada juga pemain lain yang beragama Islam namun bukan berasal dari akademi utama MU, yaitu bek sayap gelandang Bryan Mbeumo yang tercatat bermain bagi Manchester United pada musim ini.
Meski berasal dari Kamerun, ia juga menjalankan keyakinannya saat puasa Ramadan dan tetap tampil kompetitif di lapangan.
Keberadaan para pemain Muslim di Manchester United menunjukkan bahwa klub ini tetap membuka ruang bagi pemain dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Hal tersebut sekaligus mencerminkan keberagaman dalam sepak bola modern, terutama di Liga Primer Inggris yang menjadi magnet pemain top dari seluruh dunia.
Di tengah jadwal padat kompetisi, banyak pemain Muslim di Liga Inggris termasuk yang berseragam MU tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini secara penuh.
Mereka menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas klub sekaligus berkomitmen pada ajaran agamanya.
Pendukung Manchester United umumnya memberikan dukungan penuh bagi pemain Muslim tersebut, baik saat pertandingan maupun saat mereka menjalani ibadah bulan Ramadan.
Respon positif ini memperlihatkan bahwa klub dan fans dapat menghargai perbedaan sambil tetap fokus pada performa tim di atas lapangan.
Dengan kombinasi bakat, kepercayaan diri, dan komitmen tinggi, para pemain Muslim Manchester United tengah berusaha membawa klub meraih hasil terbaik di berbagai kompetisi musim ini.
Generasi berlatar belakang beragam ini menunjukkan bahwa sepak bola adalah arena di mana profesionalisme dan identitas pribadi dapat berjalan beriringan.
(Penulis: Algifari)