Niat Shalat Tarawih, Bacaan Lengkap Dan Tata Cara Yang Perlu Diketahui Umat Muslim

COMPLEATTHOUGHT – Memasuki bulan Ramadan, salah satu ibadah yang paling dinantikan umat Muslim adalah shalat Tarawih. Ibadah sunnah ini dikerjakan pada malam hari setelah shalat Isya dan menjadi amalan khas di bulan suci.

Shalat Tarawih memiliki keutamaan besar karena dikerjakan khusus di bulan Ramadan. Banyak umat Islam meyakini bahwa pahala ibadah di bulan ini dilipat gandakan oleh Allah SWT.

Sebelum melaksanakan Tarawih, penting untuk mengetahui niat shalatnya. Niat menjadi rukun utama yang membedakan satu ibadah dengan ibadah lainnya.

Secara umum, niat shalat Tarawih dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram. Namun, banyak juga yang melafalkannya untuk membantu menghadirkan kekhusyukan.

Berikut bacaan niat shalat Tarawih dua rakaat sebagai makmum

“Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini ma’muman lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.” Bacaan ini bisa disesuaikan jika dikerjakan sendiri atau sebagai imam.

Jika menjadi imam, niatnya berbunyi:

“Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini imaman lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai Imam karena Allah Ta’ala.”

Sedangkan jika shalat sendiri, niatnya:

“Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Shalat Tarawih biasanya dikerjakan sebanyak 8 atau 20 rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dengan salam setiap dua rakaat.

Di Indonesia, praktik 8 rakaat dan 20 rakaat sama-sama umum dilakukan. Perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan karena keduanya memiliki dasar pendapat ulama.

Setelah selesai Tarawih, biasanya dilanjutkan dengan shalat Witir sebagai penutup. Witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, umumnya tiga rakaat.

Waktu pelaksanaan Tarawih dimulai setelah shalat Isya hingga menjelang waktu sahur. Namun, mayoritas umat Muslim melaksanakannya langsung setelah Isya secara berjamaah di masjid.

Keutamaan shalat Tarawih juga disebutkan dalam berbagai hadis. Salah satunya menyebutkan bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Selain pahala, Tarawih juga menjadi momen mempererat kebersamaan. Suasana masjid yang ramai menciptakan nuansa Ramadan yang hangat dan penuh semangat.

Meski hukumnya sunnah, Tarawih sangat dianjurkan bagi yang mampu melaksanakannya. Konsistensi dalam menjalankan ibadah ini menjadi bentuk kesungguhan dalam meraih keberkahan Ramadan.

Bagi yang tidak sempat ke masjid, Tarawih tetap bisa dilakukan di rumah. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan pelaksanaan sesuai tuntunan.

Memahami niat shalat Tarawih menjadi langkah awal sebelum menjalankannya. Dengan niat yang benar dan hati yang ikhlas, ibadah di bulan Ramadan diharapkan semakin bermakna.

 

(Penulis: Fitria Nova)

Leave a Comment