COMPLEATTHOUGHT.COM – Puasa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga sebuah ibadah spiritual yang penuh dengan makna.
Doa buka puasa menjadi momen penting sebagai ungkapan syukur setelah seharian menjalankan rukun Islam ini.
Dalam panduan sunnah sebelum berbuka puasa yang benar, umat Muslim dianjurkan menyegerakan berbuka begitu adzan Magrib berkumandang dan mengamalkan doa yang sesuai dengan riwayat Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk ibadah yang mendalam dan penuh keberkahan.
Menurut penjelasan yang dirangkum dari panduan sunnah sebelum berbuka puasa, bacaan doa yang paling shahih sesuai riwayat Nabi Muhammad SAW dari sahabat Ibnu Umar RA adalah sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabaz-zomaau wabtallatil-’uruuqu wa tsabatal-ajru insyaa Allah.
Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala akan tetap, insya Allah.” Doa ini dilafalkan setelah membatalkan puasa, yakni ketika seseorang mulai makan atau minum setelah terbenamnya matahari sebagai tanda syukur dan harapan agar ganjaran puasanya tetap di sisi Allah SWT.
Selain doa tersebut, ada juga lafalan yang populer di kalangan umat Muslim selama bulan Ramadhan yang banyak diamalkan di Indonesia, yaitu:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allâhumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih.” Doa ini dianggap sesuai sunnah oleh banyak kalangan karena mengandung pengakuan iman, syukur atas rezeki, dan permohonan rahmat dari Allah SWT.
Sebelum berbuka puasa, umat Islam dianjurkan membaca Bismillah sebagai pembuka makanan atau minuman.
Jika kita lupa membacanya diawal, maka dianjurkan untuk membaca dengan ungkapan “Bismillahi awwalahu wa aakhirahu” agar setiap amalan tetap diawali dengan menyebut nama Allah, menjaga berkah serta keberkahan pada makanan yang akan dikonsumsi.
Adapun sunnah lainnya sebelum berbuka yang dijelaskan dalam panduan sunnah adalah memperbanyak doa menjelang waktu buka, karena waktu tersebut adalah waktu yang mustajab bagi orang yang berpuasa untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT.
Umat Muslim dianjurkan menjaga lisan menjelang buka dengan menghindari kata-kata kotor, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbanyak dzikir dan doa sesuai kebutuhan hati masing-masing.
Sunnah lain yang dianjurkan sebelum berbuka adalah menyiapkan kurma atau air sebagai makanan pembuka terlebih dahulu, meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang biasa berbuka dengan beberapa biji kurma basah (ruthab) atau kering (tamr), dan jika tidak tersedia, beliau berbuka dengan air putih.
Amalan ini tidak hanya mengikuti sunnah, tetapi juga membantu tubuh secara perlahan menerima asupan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Berbagi makanan kepada sesama yang berpuasa juga termasuk sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Diriwayatkan bahwa siapa saja yang memberi makan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa itu sendiri tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Tak hanya itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an menjelang waktu buka puasa adalah salah satu sunnah yang dapat memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.
Waktu menunggu adzan Magrib menjadi kesempatan yang baik untuk mempertebal iman melalui ayat-ayat Al-Qur’an, dzikir, ataupun doa-doa lainnya.
Dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW serta meneladani sunnahnya, momen berbuka puasa bukan hanya menjadi waktu makan tetapi juga saat penghambaan yang penuh syukur serta doa kepada Allah SWT untuk menerima ibadah puasa yang telah dijalankan sepanjang hari.
(Penulis: Mufidah Fatin)