COMPLEATTHOUGHT.COM – Xiaomi kini resmi menggeser MIUI dan menghadirkan HyperOS sebagai sistem operasi baru yang menjadi fondasi seluruh ekosistem perangkatnya.
Di Indonesia, pembaruan ini mulai tersedia secara bertahap untuk sejumlah lini flagship hingga kelas menengah dengan peningkatan performa, efisiensi sistem, dan integrasi lintas perangkat yang lebih solid.
HyperOS pertama kali diperkenalkan secara global pada akhir 2023 sebagai platform terpadu berbasis Android yang dirancang untuk menyatukan smartphone, tablet, wearable, hingga perangkat Internet of Things (IoT) dalam satu arsitektur.
Xiaomi menyebut sistem ini dibangun dengan desain modular yang membuat penggunaan memori lebih efisien, animasi antarmuka lebih halus, serta konektivitas antar perangkat menjadi lebih seamless dibandingkan generasi MIUI sebelumnya.
Untuk pasar Indonesia, salah satu perangkat yang langsung menjalankan sistem ini sejak awal adalah Xiaomi 14 yang dibanderol mulai Rp 11.999.000.
Smartphone flagship ini hadir dengan chipset Snapdragon 8 Gen 3, layar AMOLED 120Hz beresolusi tinggi, serta sistem kamera hasil kolaborasi dengan Leica yang menjadi daya tarik utama di kelas premium.
Di segmen menengah, pembaruan HyperOS juga telah hadir di Redmi Note 13 Pro+ 5G yang dipasarkan di kisaran Rp 5.999.000.
Melalui pembaruan tersebut, pengguna mendapatkan optimalisasi manajemen RAM, peningkatan kestabilan sistem, serta animasi transisi yang lebih responsif sehingga pengalaman penggunaan terasa lebih ringan dalam aktivitas harian maupun multitasking.
Sementara itu, lini performa tinggi dari POCO juga tidak ketinggalan lewat POCO F6 yang dibanderol mulai Rp 4.999.000.
Dengan dukungan Snapdragon 8s Gen 3, HyperOS di perangkat ini menghadirkan peningkatan respons sentuhan, kestabilan frame rate saat bermain game, serta pengelolaan suhu yang lebih terkontrol berkat optimalisasi sistem yang lebih efisien.
Daftar Perangkat yang mendapatkan Pembaruan:
- Xiomi 17 Ultra
- Xiaomi 17 Pro
- Xiaomi 15T Pro
- Xiaomi 15 Ultra
- Xiaomi 14 Ultra
- Xiaomi MIX FLIP 2
- Xiaomi MIX FOLD 4
- Xiaomi Pad 8 Pro
- Xiaomi Pad 7 Ultra
- Xiaomi Pad 6S Pro 12.4.
- Redmi Note 15 Pro+
- Redmi Note 15 5G
- Redmi Note 14 Pro.
- Redmi Note 14 4G.
- Redmi K90 Pro Max
- Redmi K80 Ultra
- Redmi K70 Ultra
- Redmi 15C
- Redmi 15
- Redmi A5 4G.
- POCO F8 Ultra
- POCO F8 Pro
- POCO F7 Ultra
- POCO F6 Pro
- POCO X7 Pro
- POCO X6 Pro
- POCO M8 5G
- POCO M7 Plus.
Dari sisi fitur, HyperOS membawa peningkatan pada desain Control Center, sistem notifikasi yang lebih ringkas, serta animasi yang dibuat lebih natural untuk meningkatkan kenyamanan visual.
Selain itu, Xiaomi juga menyematkan dukungan kecerdasan buatan untuk membantu pencarian cepat, ringkasan teks, serta optimalisasi foto berbasis AI yang akan menunjang kebutuhan pengguna masa kini.
HyperOS juga diklaim memiliki ukuran sistem yang lebih ringan melalui kompresi file internal, sehingga ruang penyimpanan terasa lebih lega dibandingkan MIUI generasi terakhir.
Pembaruan keamanan rutin serta peningkatan stabilitas sistem menjadi bagian dari strategi Xiaomi dalam menjaga performa perangkat tetap optimal dalam jangka panjang.
Distribusi pembaruan dilakukan secara bertahap tergantung model dan wilayah, sehingga tidak seluruh perangkat menerima update dalam waktu bersamaan.
Pengguna dapat mengecek ketersediaan pembaruan melalui menu Settings > About Phone > System Update untuk memastikan perangkat mereka sudah menjalankan HyperOS versi terbaru.
Dengan peralihan dari MIUI ke HyperOS, Xiaomi menegaskan arah barunya sebagai perusahaan yang tidak hanya menjual perangkat keras, tetapi juga membangun ekosistem digital terintegrasi.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Xiaomi di pasar Indonesia yang semakin kompetitif, terutama di segmen menengah dan flagship sepanjang 2026.
(Penulis: Mufidah Fatin)