COMPLEATTHOUGHT.COM – Kabar soal kapan mulai puasa selalu jadi topik hangat tiap menjelang Ramadan. Tahun ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan jadwalnya.
Berdasarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Artinya, warga Muhammadiyah sudah punya pegangan jauh hari untuk mempersiapkan ibadah, mulai dari sahur pertama sampai agenda tarawih.
Penetapan ini bukan hasil perkiraan biasa, keputusan tersebut diambil menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Metode hisab hakiki wujudul hilal yakni perhitungan astronomi matematis untuk menentukan posisi bulan sabit tanpa menunggu rukyat atau pengamatan langsung di lapangan.
Dengan metode ini, penentuan awal bulan puasa dapat dipastikan dari jauh-jauh hari sebelumnya sehingga memberi kepastian jadwal ibadah.
Muhammadiyah juga menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem kalender Islam berbasis perhitungan global.
Dengan cara ini, awal bulan hijriah bisa ditentukan lebih awal dan konsisten setiap tahun. Jadi tidak perlu menunggu malam terakhir untuk memastikan apakah besok puasa atau belum.
Perhitungan tersebut dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang memang bertugas mengkaji dan menetapkan hukum serta waktu ibadah berdasarkan dalil dan sains astronomi.
Hasilnya bukan hanya awal Ramadan saja, tetapi juga hari raya besar lainnya.
Hasil perhitungan yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tidak hanya menetapkan awal Ramadan.
Dalam maklumat yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025, menetapkan juga hari-hari besar Islam lainnya, seperti:
- 1 Syawal 1447 H (Idulfitri) jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
- 1 Zulhijah 1447 H ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026.
- Hari Arafah berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026.
- Iduladha dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Secara astronomi, ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026.
Namun menurut kriteria KHGT, bulan baru dihitung mulai setelah matahari terbenam keesokan harinya. Prinsip yang sama dipakai untuk menentukan awal Syawal dan Zulhijah.
Dengan pengumuman ini, warga Muhammadiyah bisa merencanakan banyak hal lebih awal dari jadwal cuti, mudik, sampai kegiatan sosial selama Ramadan.
Sementara masyarakat luas biasanya tetap menunggu sidang isbat pemerintah sebagai penetapan nasional.
Yang jelas, Ramadan 2026 tinggal menghitung hari. Waktunya mulai menyiapkan fisik, hati, dan juga stok kurma di rumah.
(Penulis: Fitria Nova)