Stok BBM Shell Menipis di Sejumlah Wilayah, Warga Mulai Berburu SPBU Alternatif

COMPLEATTHOUGHT.COM – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Shell dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat antrean kendaraan mulai terlihat terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Berdasarkan informasi di laman resmi Shell Indonesia, hingga hari ini, Selasa (10/02/2026) BBM jenis Shell Super hanya tersedia di beberapa SPBU wilayah Jawa Timur. Sementara itu, pasokan di Jakarta dilaporkan kosong sejak sekitar sepekan terakhir sehingga pengendara harus mencari tempat pengisian lain.

Di lapangan, sejumlah pengguna kendaraan terlihat mendatangi lebih dari satu SPBU sebelum berhasil mendapatkan BBM. Produk dengan kadar oktan RON 92 dan RON 95 menjadi yang paling sering dicari namun juga paling cepat habis.

Petugas SPBU menyebut suplai belum datang sesuai jadwal distribusi normal. Penjualan tetap dilakukan, tetapi hanya untuk stok yang tersisa di tangki penyimpanan.

Sebagian pengendara memilih mengisi bahan bakar lebih awal untuk menghindari antrean panjang. Ada pula yang langsung beralih ke SPBU lain demi memastikan aktivitas harian tidak terganggu.

Sebelumnya, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengatakan, pihaknya terus mengupayakan ketersediaan BBM jenis bensin di jaringan SPBU Shell, seiring kondisi kekosongan stok yang terjadi saat ini.

Shell Indonesia menjelaskan kondisi tersebut dipicu kendala distribusi dalam rantai pasok. Perusahaan mengaku sedang melakukan pengiriman bertahap agar layanan dapat kembali stabil dalam waktu dekat.

“Kami sedang melakukan percepatan suplai ke SPBU terdampak agar layanan kepada pelanggan tetap berjalan,” tulis perusahaan dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pihaknya masih mengevaluasi izin impor BBM yang diajukan Shell. Ia menyebut proses impor belum dapat dilakukan karena menunggu evaluasi tersebut rampung.

“Shell sedang dalam tahap evaluasi izin impor BBM,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Kondisi ini membuat sebagian konsumen beralih sementara ke SPBU lain untuk memastikan kendaraan tetap bisa digunakan. Meski demikian, SPBU Shell masih beroperasi dan melayani pembelian jenis BBM yang tersedia.

Pemerhati energi menilai gangguan distribusi merupakan hal yang bisa terjadi dalam sistem logistik energi, terutama ketika permintaan meningkat atau terjadi keterlambatan pengiriman.

Hingga kini belum ada informasi mengenai penutupan SPBU secara permanen. Shell juga mengimbau masyarakat membeli BBM secara wajar agar distribusi dapat segera kembali normal dan pasokan kembali merata.

 

(Penulis: Fitria Nova)

Leave a Comment