Bukan Sekadar Makan Bareng, Ini Makna Tradisi Munggahan Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

COMPLEATTHOUGHT.COM – Tak terasa kita sudah hampir sampai kepada bulan Suci Ramadhan di tahun 2026 ini.

Dalam menyambut bulan yang istimewa ini, Masyarakat di Indonesia terkenal memiliki sebuah tradisi atau kebiasaan yang disebut Munggahan.

Tradisi Munggahan ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban, satu atau dua hari menjelang Ramadan.

Ini merupakan sebuah kegiatan yang tidak terlewatkan oleh sebagian besar masyarakat, dimana mereka akan berkumpul untuk saling mengobrol dan biasanya sambil makan-makan bersama juga.

Munggahan sendiri sebetulnya berasal dari bahasa Sunda unggah yang memiliki arti naik. Kata ini memiliki Filosofi yang yang cukup dalam, dimana kita dianggap sedang naik ke bulan yang derajatnya lebih tinggi atau lebih suci, yaitu bulan Ramadan.

Maka tak heran jika tradisi Munggahan ini sangat popular di daerah Jawa Barat. Namun seiring berjalannya waktu, Munggahan juga semakin banyak dilakukan di daerah-daerah lain.

Selain memiliki filososi yang dalam, saat ini Munggahan juga dikenal identik dengan satu kata, yaitu kumpul.

Nah, lalu apa saja kira-kira kegiatan yang biasanya dilakukan pada saat Munggahan?

Setidaknya ada 3 hal yang biasanya sering dilakukan dan cukup Familiar dikalangan masyarakat Indonesia, yaitu:

1. Makan Besar (Botram)

Ini merupakan hal yang paling umum dan paling banyak dilakukan pada saat Munggahan, dimana orang-orang akan berkumpul untuk makan bersama baik di teras rumah, tempat makan lesehan, atau bahkan di tempat wisata sekali pun.

Namun, menu wajib yang biasanya ada pada saat botram ini adalah nasi liwet, sambal dadak, lalapan, dan juga ikan asin.

Pada momen ini juga biasanya dijadikan momen untuk memuaskan perut di jam makan siang sebelum nantinya memasuki bulan Puasa yang tidak bisa lagi menikmati hidangan di siang hari.

2. Saling Maaf-maafan

Pada momen Munggahan juga, orang-orang biasanya berkumpul untuk salaing memaafkan satu sama lain.

Mereka akan meramaikan sosial media, grup WhatsApp, atau datang langsung untuk meminta maaf atas kesalahan selama setahun kebelakang.

Hal ini tentu dilakukan karena mereka ingin sebelum memasuki bulan suci ramadhan, mereka sudah dalam keadaan suci dari kekhilafan dan juga tidak memiliki ganjalan di hati.

3. Ziarah Kubur

Banyak juga yang memanfaatkan momen Munggahan ini untuk mengunjungi makam keluarga yang sudah mendahului.

Selain untuk mendoakan, ini juga jadi pengingat buat kita yang masih hidup agar lebih semangat ibadahnya, khusunya di bulan suci ramadhan ini.

Poin penting dari tradisi Munggahan ini adalah bukan hanya soal kumpul untuk makan-makan atau sekedar untuk bersilaturahmi, melainkan soal persiapan mental.

Kita menyambut bulan suci ramadhan dengan hati yang senang, perut yang kenyang, dan tentunya hubungan yang baik sama sesama manusia.

Leave a Comment