COMPLEATTHOUGHT.COM – Memasuki pertengahan tahun 2026, iPhone 11 diprediksi akan memasuki fase akhir dukungan sistem karena Apple dikabarkan bersiap merilis sistem operasi terbarunya, iOS 27, dengan syarat perangkat keras yang jauh lebih ketat dibanding generasi sebelumnya.
Berdasarkan bocoran peta jalan internal yang ramai diperbincangkan di kalangan pengembang, iOS 27 dijadwalkan meluncur dalam versi beta pada ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) Juni 2026, sebelum akhirnya dirilis secara global sekitar September, seiring tradisi tahunan Apple.
Dalam bocoran tersebut, iPhone 11 tidak lagi tercantum sebagai perangkat yang akan menerima pembaruan, menandakan Apple mulai menghentikan dukungan sistem operasi utama untuk ponsel yang dirilis pada 2019 tersebut.
Sorotan utama bukan sekadar daftar perangkat yang tereliminasi, melainkan keputusan Apple menetapkan batas minimum chipset untuk menjalankan iOS 27, yakni A14 Bionic atau yang lebih baru.
Dengan kebijakan ini, seluruh varian iPhone 11 yang masih mengandalkan chip A13 Bionic otomatis tersingkir dari ekosistem iOS generasi terbaru.
Secara teknis, keputusan ini dinilai masuk akal karena Apple semakin mengandalkan fitur berbasis kecerdasan buatan yang membutuhkan Neural Engine lebih canggih, yang mulai diperkenalkan pada chip A14 dan generasi di atasnya.
Dampaknya bagi pengguna iPhone 11 cukup signifikan, terutama dari sisi keamanan karena perangkat tidak lagi menerima pembaruan iOS utama yang biasanya membawa tambalan celah keamanan terbaru.
Seiring waktu, potensi risiko bug dan eksploitasi meningkat karena sistem lama tidak lagi mendapat perlindungan maksimal dari Apple.
Masalah lain muncul dari sisi kompatibilitas aplikasi, sebab pengembang pihak ketiga cenderung menyesuaikan produk mereka dengan versi iOS terbaru, sehingga aplikasi perbankan, media sosial, hingga layanan produktivitas bisa berhenti mendukung iOS lawas.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat iPhone 11 hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dasar, bukan lagi smartphone multifungsi seperti sebelumnya.
Tak hanya itu, di pasar ponsel bekas, keputusan Apple ini hampir pasti akan menekan nilai jual iPhone 11 secara drastis karena statusnya sebagai perangkat tanpa dukungan sistem terbaru.
Sementara itu, iOS 27 sendiri dikabarkan mengusung pendekatan yang mengingatkan pada era Mac OS X Snow Leopard, dengan fokus pada peningkatan stabilitas, performa, dan efisiensi, alih-alih perubahan tampilan besar-besaran.
Mark Gurman dari Bloomberg menyebut Apple ingin memperbaiki fondasi sistem, termasuk animasi yang lebih halus, manajemen memori yang lebih baik, serta efisiensi baterai guna menjawab kritik terhadap stabilitas iOS 26.
Meski demikian, iOS 27 tetap membawa inovasi baru, terutama di bawah payung Apple Intelligence yang akan meningkatkan kemampuan Siri secara signifikan.
Asisten virtual tersebut dirumorkan tampil dengan desain baru, mampu memberikan rekomendasi proaktif, hingga menyimpan dan meringkas rekaman rapat lama secara otomatis.
Sejumlah fitur berbasis AI lain juga disebut akan hadir, seperti Kalender yang dapat menyusun jadwal secara cerdas serta layanan berlangganan Apple Health+ dengan konsep “pelatih kesehatan AI” untuk rekomendasi gaya hidup dan nutrisi.
Menariknya, beberapa laporan menyebut Apple membuka peluang integrasi dengan Google Gemini guna memperkuat kapabilitas AI di layanan tertentu.
Di sisi konektivitas, iOS 27 dikabarkan mendukung internet satelit berbasis 5G, memungkinkan pengiriman pesan, data, hingga foto melalui iMessage di wilayah tanpa sinyal seluler konvensional.
Namun, fitur-fitur canggih tersebut diperkirakan akan dibatasi oleh perangkat keras dan kemungkinan hanya tersedia untuk model iPhone generasi terbaru seperti iPhone 18 Pro atau iPhone lipat yang dirumorkan akan diluncurkan bersamaan.