COMPLEATTHOUGHT.COM – Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan utama jelang bergulirnya kompetisi Proliga 2026, khususnya soal besaran gaji yang diterimanya setelah resmi bergabung dengan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) untuk musim ini.
Publik voli Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi bukan hanya karena prestasi dan juga perannya di tim nasional, tetapi juga rasa penasaran terhadap nominal gaji yang akan diterima Mega setelah pulang dari karier profesional di luar negeri.
Menurut laporan media lokal, kembalinya Megawati ke kompetisi voli domestik menyebabkan sorotan tajam terkait bayaran kontraknya di JPE menjelang Proliga 2026, meski klub tidak secara resmi mengumumkan angka pastinya.
Sumber tersebut menyebut bahwa gaji Megawati di klub Proliga bisa berada di antara angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan standar pemain voli domestik biasa, mengingat nama besarnya sebagai pemain internasional berpengalaman.
Sebelumnya, saat berkiprah di luar negeri, Megawati pernah merasakan berbagai skema gaji berbeda seperti di Liga Voli Korea Selatan (V-League) dan Liga Voli Turki, yang turut menggambarkan nilai pasar dirinya sebagai atlet elite.
Di Korea Selatan bersama klub Daejeon CheongKwanJang Red Sparks, Mega dikabarkan menerima tawaran gaji yang dinaikkan dari sekitar USD100.000 menjadi USD150.000 per musim sebelum kontraknya tidak diperpanjang.
Sementara itu, selama beberapa waktu di Liga Voli Turki dengan klub Manisa BBSK, sejumlah media mencatat bahwa gajinya bisa mencapai sekitar Rp2,4 miliar per musim, jauh lebih tinggi dibandingkan saat bermain di Korea Selatan.
Meski demikian, kontraknya di Turki sempat berakhir lebih cepat karena berbagai pertimbangan, termasuk kesibukan bersama tim nasional dan pemusatan latihan menjelang kompetisi besar.
Kembali ke Indonesia, rumor soal gaji di Proliga 2026 terus menyebar, dan sejumlah analis olahraga memprediksi bahwa Mega bisa berada di kelompok pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi domestik.
Berdasarkan pedoman umum dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), atlet berprestasi internasional seperti Megawati diperkirakan memiliki kisaran gaji jauh di atas pemain lokal biasa, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Hal ini membuat kontraknya di Proliga 2026 menjadi perbincangan hangat, terutama karena pencinta voli berharap angka itu mencerminkan kontribusi dan pengalaman luar negerinya yang kuat.
Di tengah ramainya berita soal gaji, performa Megawati Hangestri di lapangan tetap jadi fokus utama ketika JPE ingin mempertahankan gelar juara Proliga musim ini, dan kontribusinya dianggap penting bagi target tersebut.
Beberapa media bahkan mencatat bahwa kehadirannya di Proliga 2026 membuat kompetisi lebih bergengsi dan menarik perhatian publik voli internasional, termasuk liputan dari Korea Selatan.
Walau angka pastinya belum pernah diumumkan secara resmi oleh klub atau PBVSI, fakta bahwa nama Megawati Hangestri menjadi penentu harga pasar atlet voli Indonesia memberi gambaran kuat bahwa gajinya di Proliga 2026 tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dengan tekanan tinggi sebagai salah satu pemain yang paling ditunggu di Proliga, segala cerita di balik nominal gaji dan prestasinya akan terus menjadi bahan diskusi sepanjang musim ini bergulir.