Wakil Walikota Cirebon Sumbangkan Gaji untuk Bantu Rumah Ambruk

COMPLEATTHOUGHT.COM – Wakil Walikota Cirebon sumbangkan gaji untuk bantu masalah rumah ambruk.

Persoalan bantuan rumah ambruk yang sempat ramai pada akhir 2025 lalu, berlanjut. Pada Januari 2026 ini, menyusul angka rumah ambruk di Kota Cirebon terus bertambah karena kondisi cuaca ekstrem.

Kejadian rumah ambruk, salah satunya banyak terjadi di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti. Selain menjadi langganan banjir, kondisi cuaca ekstrem juga membuat rumah-rumah warga di kelurahan tersebut ambruk.

Lurah Kalijaga, Entis Sutisna mengatakan, dari data yang ia terima saja, selama Januari ini, terhitung tanggal 1 sampai 11 yang belum sampai ke pertengahan, terjadi beberapa kali cuaca ekstrem yang kembali menyebabkan hampir sebagian besar wilayahnya banjir. Bahkan, mengakibatkan enam rumah warganya ambruk.

Baca juga: Mengalami Kenaikan Harga, Berikut Update Lengkap Harga Emas Antam Logam Mulia Per Rabu (07/01)

“Januari ini saja laporan warga yang rumahnya ambruk sudah ada enam rumah,” ungkap Entis.

Merespons semakin bertambahnya rumah ambruk, dan pemkot belum bisa memberikan solusi melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT), Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati mengambil sikap, menggunakan gajinya untuk membantu rumah ambruk.

Minggu (11/1) kemarin, Rida, sapaan akrab wakil walikota, turun memberikan langsung bantuan kepada empat warga yang rumahnya ambruk.

Tiga warga merupakan warga di Kelurahan Kalijaga, dan satu lainnya merupakan warga di Kelurahan Jagasatru. Mereka yang dibantu, adalah Ismet, warga RT 04 RW 04 Tugu Dalem, Abdurrohman, warga RT 08 RW 03 Kampung Kalijaga dan Muanah, warga RT 01 RW 03 Kampung Kalijaga.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Logam Mulia Per Selasa (06/01), Cek Detail Lengkap Harganya!

Sementara, Loli Harliana, warga RT 02 RW 04 Pegajahan Utara di Kelurahan Jagasatru juga ikut dibantu karena rumahnya ambruk dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Alhamdulillah saya memulai, karena BTT tidak dialokasikan, saya membantu semampu saya. Ini yang paling parah empat rumah, saya bantu secara pribadi,” ungkapnya.

Empat rumah ini, lanjutnya, ia bantu dari gajinya selama tahun 2025 yang tidak pernah digunakan.

Ia pun memastikan, empat rumah yang dibantu, sudah mencoba mengajukan dan bahkan sudah melewati tahapan verifikasi lapangan oleh Dinas Sosial, namun sampai saat ini belum direalisasi.

Baca juga: Emas Cetak Rekor di 2025, Bagaimana Perkiraan Harga Emas Tahun 2026?

Bahkan, dari empat rumah yang ia bantu, ada yang sudah ambruk sejak dua tahun lalu, dan setiap tahun selalu masuk dalam listing pengajuan.

“Yang empat ini sudah mengajukan ke Dinas Sosial, bahkan sudah disurvei. Ada yang sudah ambruk selama dua tahun, sudah dua kali diajukan, tapi tidak kunjung goal,” jelasnya.

Selanjutnya, Rida pun meminta kepada dinas teknis, terkait dengan kebutuhan masyarakat berupa tempat tinggal, agar segera melakukan percepatan. Jika sudah masuk listing untuk mendapatkan bantuan rutilahu, maka DPRKP segera menjalankan perbaikan.

Jika rumah warga ambruk, maka Dinas Sosial melakukan pendataan awal, lalu mencari solusi, seperti apa bantuan yang diberikan, jika memang BTT yang disediakan oleh pemkot tidak bisa dialokasikan untuk rumah ambruk.

Baca juga: Mengalami Kestabilan Harga, Berikut Update Lengkap Daftar Harga Emas Antam Logam Mulia Per Sabtu (03/01)

“Saya berharap dinas terkait untuk segera mengambil langkah cepat mengatasi banyaknya rumah ambruk dan tidak layak,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, data di Dinas Sosial menyebutkan, selama tahun 2025, tercatat ada 378 proposal pengajuan bantuan rumah ambruk kepada Dinas Sosial, dan di tahun tersebut, hanya terealisasi 59 rumah saja di termin pertama.

Karena bantuan rumah ambruk ini sifatnya stimulan, maka bantuan yang diberikan pun bervariasi, untuk rusak ringan mendapatkan stimulan 7,5 juta, yang sedang 8 juta dan yang rusak berat 10 juta.

Proposal yang masuk ke Dinsos ini dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama masuk sebanyak 100 proposal, lalu Dinsos melakukan verifikasi dan validasi dokumen dan kelayakan, dan hasilnya hanya 59 rumah yang dianggap layak untuk dibantu.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Logam Mulia Per Rabu (31/12), Cek Detail Lengkap Harganya!

Kemudian pada tahap kedua, Dinsos menerima 171 proposal rumah ambuk, tapi setalah di verval, yang dianggap layak untuk dibantu hanya sebanyak 120 rumah saja. Pada tahap ketiga, masuk 90 proposal dan tahap 4 sebanyak 17 proposal.

Tahun 2025 ini, persis hanya tahap pertama saja yang dibantu melalui BTT sebanyak 59 rumah, tahap selanjutnya tidak dicairkan, karena saat itu Pemkot berkeyakinan, rumah ambruk ini tidak bisa dibantu oleh anggaran BTT, seperti yang sempat dipertanyakan oleh Komisi III DPRD Kota Cirebon.

Leave a Comment